Minggu, 21 November 2010

manusia dan keadilan

Manusia
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

Manusia adalah makhluk yang memiliki otak dan tingkat intelektualnya tinggi (dari sisi biologis), manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain (sisi sosiologi) dan manusia adalah sosok yang selalu menginginkan kekuasaan (secara politik).

Keadilan
Keadilan memiliki banyak arti menurut para ahli/filsuf seperti contohnya menurut aristoteles, keadilan adalah kelayakan artinya titik tengah diantara kedua ujung (keseimbangan) sedangkan menurut plato keadilan adalah orang yang dapat mengendalikan diri dan perasaan kecuali akal. Secara umum keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.

Macam - macam keadilan
A. Keadilan Moral
Keadilan dan hukum adalah satu bagian yang mengatur kehidupan bermasyarakat dan tidak terpisahkan atau biasa disebut keadilan legal. Keadilan timbul karna penyatuan dan penyesuaian yang memberikan tempat yang selaras dalam lapisan masyarakat. Dan keadilan dapat terwujud jika setiap pemimpin yang bertugas menjalankan tugasnya dengan bijaksana.

B. Keadilan Distributif
Keadilan distributif akan berjalan jika ha-hal yang sama dijalankan secara sama dan hal yang tidak sama secara tidak sama.

C. Keadilan Komutatif
Tujuan dari keadilan ini adalah kesejahteraan masyarakat yang terjaga. Keadilan merupakan asa pertalian dan ketertiban dalam bermasyarakat.

Kejujuran
Kejujuran berarti mengatakan yang sebenarnya terjadi sesuai denga hati nurani. Jujur juga bearti mampu menepati janjinya ataupun kehendak yang masih tersimpan dalm hati nurani yang akan keluar sebagai tindakan. Kejujuran didasari oleh kesadaran moral yang tinggi. Adapun kesadaran moral adalah kesadaran akan diri sendiri berkaitan dengan hal yang buruk. Kejujuran sangat berkaitan erat dengan hati nurani.

Kecurangan
Sikap ini identik dengan ketidakjujuran atau berbohong. Curang berarti apa yang diingingkan tidak sesuai dengan hati nurani. Curang membuat seseorang menjadi serakah dan tamak. Banyak aspek yang menyebabkan manusia bersikap curang, ditinjau dari aspek hubungan manusia dengan alam sekitar ada empat faktornya yaitu ekonomi, budaya, peradaban dan teknik.


Sumber :
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab7-manusia_dan_keadilan.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar